Melihat Strategi Dari Perspektif Yang Berbeda

#1. RENCANA STRATEGIS vs ARAHAN STRATEGIS

Managing Perception on Strategy

Strategi secara umum dapat diartikan sebagai seni dalam bermanuver (di dalam peperangan atau pertarungan).
Ketika kita memaknai pemahaman dasar dari kata Strategi, seharusnya kita sadar bahwa hal yang pertama dan utama yang perlu kita pelajari adalah “Medan Peperangan” itu sendiri. Bahwa kenyataannya “Medan Peperangan” adalah sesuatu yang bersifat sangat dinamis, untuk memenangkannya kita perlu mengenal dan menguasai medan itu sendiri, topografinya, cuacanya, kondisi geografisnya, tempat atau lokasi yang bisa dijadikan tempat berlindung dan berbagai faktor lainnya, sebelum kita mempelajari tentang kekuatan musuh atau lawan atau pesaing kita. Dalam konteks Bisnis, kita kenali medan pasar yang kita tuju, perilaku target pasarnya, budayanya, adat istiadatnya, struktur demografis, geografis, kapasitas ekonomi, ketersediaan jaringan teknologi, tingkat maturity dalam aspek teknologi informasi dan digital, serta berbagai aspek lainnya. Baru kemudian kita pelajari tentang calon pesaing kita yang mungkin sudah lebih dahulu masuk ke wilayah yang kita tuju, bahkan mungkin juga sudah mendominasi pasar yang ada. 

Strategi adalah sesuatu yang dinamis dan berkembang. Bisa dalam hitungan tahun, bulan bahkan hari! Tidak ada lagi strategi yang berlaku jangka panjang, bahkan mungkin tidak lebih dari 3 bulan!

RENCANA STRATEGIS vs ARAHAN STRATEGIS

Ketika kita membangun Strategi bagi organisasi kita, kita sebenarnya sedang menyusun rencana tentang apa yang kita harapkan dapat dibangun dan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Tetapi seringkali kondisi lapangan justru mendikte cara kita mengimplementasikan strategi kita, bukan sebaliknya (kita mendikte kondisi lapangan). Pada saat itu terjadi, semua rencana strategis yang sudah dibangun mendadak menjadi tidak relevan, atau minimal tidak sesuai dengan harapan yang dibangun. Pada umumnya situasi ini terjadi ketika kita berhasil membangun Rencana Strategis tetapi alpa tentang Arahan Strategis (Strategic Direction).

Anda mungkin bertanya: “Apa bedanya antara Rencana Strategis dan Arahan Strategis?

Kebanyakan organisasi membangun Rencana Strategisnya dengan menggunakan data/ informasi statis yang bersifat after the fact dan  tidak didukung oleh berbagai variabel dinamis tentang target pasar, target pesaing serta berbagai faktor eksternal lainnya. Kita lebih condong melihat pada kekuatan dan kelemahan kita (analisa SWOT, PESTEL dan lain sebagainya) kemudian langsung terjun dalam proses pembangunan berbagai jenis asumsi untuk kemudian dijadikan dasar dalam menyusun Rencana Strategis.
Kita tidak sempat, bahkan mungkin juga tidak pernah terpikirkan untuk melihat berbagai potensi kekuatan yang ada di pasar tujuan, baik itu yang terkait langsung dengan Value Chain dan Supply Chain bisnis kita maupun yang berada di luar kedua hal tersebut. Kita tidak sempat atau gagal dalam memahami The Underlying Process at Work, atau Gerakan/ Proses Mendasar Yang Lagi Berjalan, dimana salah satu bagian dari hal tersebut adalah melakukan penilaian yang komprehensif tentang situasi strategis dimana kita akan berbisnis. Inilah salah satu hal yang menentukan Arahan Strategis yang kita pilih sebelum kita terjun ke dalam proses penyusunan Rencana Strategis.

Seperti apa itu Underlying Process yang dimaksud? 

ILUSTRASI CONTOH KASUS

Sebuah lembaga bisnis membangun komunikasi dengan salah satu Pemerintah Kabupaten di Wilayah Indonesia Timur. Dalam pertemuan awalnya, pembicaraan berjalan sangat produktif dan berujung pada Gentlement’s Agreement yang kurang lebih menyatakan kesediaan sang Bupati untuk bekerjasama dalam Program Pembangunan Industri Berbasis Masyarakat yang didukung oleh Investasi dari salah satu negara Skandinavia. 

Jauh hari sebelum pertemuan dengan sang Bupati, Tim Inti lembaga bisnis tersebut sudah terlebih dahulu bertemu dengan beberapa pimpinan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten, yang mayoritas menjabat sebagai Kepala Dinas yang terkait dengan Program yang akan digelontorkan di Kabupaten tersebut.

Singkat cerita, dalam pertemuan dengan sang Bupati, pihak Pemda Kabupaten sepakat untuk mengundang Tim Inti lembaga bisnis ke daerahnya untuk memaparkan Programnya di hadapan para Kepala Dinas dari Kabupaten tersebut dan dari beberapa Kabupaten di sekitarnya.

Ketika tiba saatnya acara pertemuan tersebut digelar, Tim Inti lembaga bisnis tersebut ternyata tidak terundang dan acara pertemuan tersebut berjalan tanpa kesempatan untuk memaparkan tentang peluang kerjasama yang seharusnya menguntungkan Pemerintah Daerah dan masyarakatnya.  APA YANG TERJADI?

Tim Inti Lembaga Bisnis tersebut tidak melakukan strategic assessment terhadap Kabupatan yang bersangkutan. Di satu sisi mereka sadar bahwa ada lembaga bisnis lain yang sudah lebih dulu masuk ke daerah tersebut dan memiliki kapasitas serta jaringan permodalan yang jauh lebih besar. Yang tidak disadari oleh Tim Inti lembaga bisnis tersebut adalah bahwa tahun depan akan terjadi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Indonesia dimana Kabupaten tersebut merupakan salah satu kabupaten yang tercakup dalam ajang Pilkada Serentak tersebut. Sehingga, yang menjadi pertimbangan utama bagi Pemerintah Daerah-nya otomatis aspek Time-to-Profit ketika mempertimbangkan Program Industri mana yang mau dikerjasamakan. 

Terlepas dari besarnya nilai investasi yang dibawa masuk oleh Tim Inti lembaga bisnis tersebut, yang mana nilainya jauh lebih besar dari apa yang pernah ada bahkan yang akan dibangun oleh lembaga bisnis lain dalam waktu dekat, tetapi hasilnya baru akan bisa dinikmati oleh konstituen sang Bupati sekitar 2 tahun ke depan. Sementara itu, Program yang ditawarkan oleh Lembaga Bisnis lain dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat dalam kurun waktu 6 – 9 bulan sejak program diluncurkan, walaupun skala program-nya jauh lebih kecil tetapi Time-to-Profit nya jauh lebih pendek & cepat.

Jadwal Pilkada Serentak serta dampaknya bagi pimpinan daerah terkait serta stakeholdersnya merupakan The Underlying Process yang tidak terpikirkan secara komprehensif oleh Tim Inti lembaga bisnis tersebut karena mereka merasa sangat yakin dan percaya dengan komiten yang telah terbangun dengan sang Bupati. Tim Inti tersebut juga sadar dan paham tentang Jadwal Pilkada Serentak yang sudah diagendakan oleh Pemerintah Pusat dari jauh-jauh hari. Tetapi yang mereka tidak pikirkan atau prediksi adalah gerakan kolaborasi yang lagi dibangun lintas daerah dimana kekuatan Program Lembaga Bisnis lain, khususnya dalam aspek Time-to-Profit menjadi salah satu Critical Success Factors dalam memilih program. The Underlying Process yang krusial adalah “gerakan kolaborasitersebut dan nilai politisnya, bukan hanya nilai ekonomisnya.

Ilustrasi contoh kasus di atas adalah gambaran tentang bagaimana kita seringkali take for granted situasi dan kondisi yang ada, apalagi ketika kita merasa bahwa semuanya sedang berpihak pada kita. 

Seandainya Tim Inti Lembaga Bisnis tersebut memiliki informasi yang lebih rinci dan lengkap tentang Program yang ditawarkan oleh Lembaga Bisnis lainnya, mungkin keadaanya bisa jauh berbeda. Mungkin Tim Inti lembaga bisnis tersebut bisa masuk dengan Program Jangka Pendek yang dapat memberikan hasil / outcome yang lebih baik dan dalam waktu yang lebih singkat dari program lainnya.  Informasi yang lengkap dan terperinci menentukan Arahan Strategis yang kita pilih, untuk kemudian dituangkan ke dalam Rencana Strategis. Selain aspek kelengkapan data dan informasi, aspek Timing (Waktu) juga turut menentukan. Seandainya Tim Inti lembaga bisnis tersebut meluangkan waktu lebih banyak lagi, dalam bentuk pertemuan lanjutan dan melakukan site visits mungkin saja informasi tambahan bisa tergali sehingga perubahan Arahan Strategis bisa dengan cepat terbangun. 

Apakah anda/ organisasi anda memiliki pengalaman yang mirip dengan ilustrasi contoh kasus di atas? Mudah-mudahan tulisan ini cukup bermanfaat bagi kita semua dalam menjalankan proses penyusunan strategi dengan lebih baik.

Berminat untuk membahas topik di atas lebih lanjut?
Silahkan hubungi kami di info@muskitta.com 

Silahkan share di sini

Share di sini: