THE TRUTH ABOUT INDUSTRY TRANSFORMATION

TRANSFORMASI (REVOLUSI) INDUSTRI TIDAK SELALU HARUS TENTANG TEKNOLOGI DIGITAL

THE INDUSTRY 4.0 BANDWAGON EFFECT

There is no denial that the terms The Fourth Industrial Revolution a.k.a. Industry 4.0 coined by Klaus Schwab is the ongoing trending topic of the decades. It has been well-received, understoods and rightly put into action by some and naively incorporated by others for the sake of being acknowledged, a.k.a. the bandwagon effect’s victims.

Without a doubt, the word REVOLUTION is very sexy and catchy that even a poor country with limited technologies resources is excited to get onboard without really knowing where to start nor have the right capacity or competency to begin with. It’s the science of the bandwagon effect in play.

Truth be told, the actual REVOLUTION should begin in the Process. Transformation should always be Process Driven, not Technologies Driven let alone Jargon Driven!

We need to put Industry 4.0 in the right context for each industry sectors. For some, Industry 4.0 can and may be the primary driver of transformation, for others, it merely function as one of the many functional tools to support the so-called Revolution. In the end, what really counts is how well do we position our industry/ business in the market: how competitive, how resilient and sustainable and how much space it creates for the creation of ecosystems for welfare creation.

WHAT REVOLUTION?

From Process Improvement to Process Reengineering to Business Transformation and now, maybe, Industry Revolution? Not exactly!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan berbagai Sumber Daya, baik itu Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia. Suatu anugerah Tuhan yang sangat luar biasa, yang telah membuat banyak negara tertarik dengan kekayaan kita. Mereka bahkan datang serta menjarah kekayaan kita selama ratusan tahun untuk kemudian kembali lagi dengan penjajahan gaya baru, yaitu penjajahan ekonomi, salah satunya melalui platform IGGI/ CGI, Bank Dunia (World Bank) dan International Monetary Fund (IMF). Untunglah bangsa ini sadar, bangkit dan berani melawan serta kemudian memutuskan rantai penindasan tersebut. Bagi saya, inilah cikal bakal Revolusi Industri Indonesia!!

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, melalui Menteri Keuangannya, Sri Mulyani, membangun dua (2) BUMN strategis: PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur, tidak banyak yang paham, apalagi memanfaatkannya dengan maksimal. Untunglah kemudian Presiden Joko Widodo mengkapitalisasi keberadaan kedua BUMN tersebut secara maksimal untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur di berbagai pelosok Indonesia. Inilah Revolusi Industri Indonesia!

REVOLUSI INDUSTRI adalah jargon yang digunakan untuk menjelaskan suatu gerakan atau tindakan revolusioner bagi terbukanya ruang pembangunan dan pengembangan industri kompetitif. Tidak harus serta merta menggunakan komponen Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) dan Internet Of Everything (IoE) atau Internet Of Things (IoT), walaupun mungkin saja penggunaannya bisa meningkatkan nilai tambah dalam banyak aspek.

Dalam konteks industri berbasis teknologi atau industri yang masuk ke dalam kategori Digital Economy, Revolusi Industri berlangsung dengan dorongan teknologi digital seperti Kecerdasan Buatan, IoE/ IoT untuk dua (2) tujuan utama, yaitu Menciptakan Kenyamanan Pelanggan (Customer’s Journey/ Experience/ Covenience) dan Personalisasi. Kedua jargon tersebut dipopulerkan oleh pakar manajemen bisnis, C.K. Prahalad dalam bukunya “The Future Of Competition” (2004), jauh hari sebelum hadirnya istilah REVOLUSI INDUSTRI 4.0.

IT'S A MATTER OF PRIORITY

Kalau kita terus-terusan “Latah” dengan trending topic dunia tanpa pernah bisa menciptakan terobosan sendiri yang unik dan berdaya saing unggulan, kita akan terus menjadi Follower (Pengikut) bukan Leader (Pemimpin). Kita harus cukup jeli dan cerdas dalam menentuk pilihan tentang apa yang seharusnya menjadi prioritas utama atau fokus utama pembangunan, baik itu dalam lingkup bisnis sampai dengan lingkup bangsa dan negara.

FOKUS PADA APA YANG ADA

Daya Saing Utama kita adalah Kekayaan Sumber Daya, baik itu Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia. Kekuatan Daya Saing Ekonomi kita harusnya dapat dibangun dari kedua hal tersebut.

BANGUN KONEKTIVITAS

Connectivity is Key!
Konektivitas Fisik maupun Konektivitas Virtual (Digital) adalah dua hal strategis yang Indonesia butuhkan untuk membangun ekonomi yang efisien, produktif, kompetitif serta Resilient.
Sarana dan Prasarana Transportasi antar pulang sebagai jembatan demokrasi ekonomi adalah persyaratan mutlak yang harus dipenuhi oleh negara sebagai basis pembangunan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

QUALITY EXCELLENCE

Cina boleh saja menjadi rajanya teknologi Artificial Intelligence, tetapi tanpa bahan baku alam yang berkualitas, produktivitas mereka pasti anjlok.
Inilah salah satu alasannya kenapa salah satu strategi utama Xi Jinping (Presiden RRC) adalah menguasai basis Sumber Daya Alam dunia, khususnya yang berkaitan dengan Bahan Pokok penunjang kehidupan masyarakat dan industri dalam negerinya.

Ketika Indonesia bukan saja memilki Sumber Daya yang melimpah tetapi juga berkualitas tinggi, maka kita sudah memposisikan diri kita menjadi Indispensable karena kita sudah berhasil menjadikan Sumber Daya menjadi CRITICAL MASS dalam bersaing.

Pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo merupakan keputusan dan kebijakan yang sangat tepat!

INTEGRATED SUPPLY CHAIN NETWROK

Parag Khanna dalam bukunya yang berjudul Connectography menyatakan bahwa siapa yang menguasai Jaringan Rantai Pasok, menguasai dunia!

Secara umum Jaringan Rantai Pasok atau Supply Chain Network terdiri dari:

1. Physical Supply Chain: Rantai Pasok Barang

2. Financial Supply Chain: Rantai Pasok Keuangan

3. Rantai Pasok Informasi & Data

4. Social Supply Chain: Rantai Pasok Sosial

Kekuatan terbesar bangsa ini terletak pada Rantai Pasok Sosial. Daya saing terbaik kita bisa dibangun dengan mengandalkan dan mengedepankan aspek ini, selain ketiga aspek lainnya yang saling berkaitan satu dengan yang lain.

Berminat untuk membahas topik di atas lebih lanjut?
Silahkan hubungi kami di info@muskitta.com 

Silahkan share di sini

Share di sini: