The Marketing Tactic That Is NOT Relevant to Indonesia’s Complex Challenges

IT’S THE CONTENT THAT MATTERS, NOT THE PACKAGING

THE CIRCULATING RUMOURS IS MORE ALARMING THAN THE PROBLEMATIC REALITIES

The circulating rumours about the upcoming cabinet members is more alarming than the problematic and complex development challanges that Indonesia is facing to date. In an ideal world, appointing a millennial to a cabinet/ ministerial position may be seen as a breath of fresh air. But we are not living in an ideal world and to solve Indonesia’s development challenges required seasoned, experienced and knowledgeable persons to take on the ministerial roles and lead the change!

Within the list of presumably new (elected) cabinet members, two names stood out among the rest. They are the son/ daugther of Indonesia’s conglomerate that have closed political ties to the president. It’s alarming not because they are young and most probably inexperienced, or because they are the sons/ daughters of the conglomerate, but only because ministerial positions are not some apprenticeship work that you can learn by doing or experimenting. You just can not be experimenting in solving Indonesia’s complex development challenges!

It is apparent that we are a country that has a strong tendency to follow trends, instead of creating trends. The decision to select millennials is presumably a decision that is made based on what has happened in Malaysia. Just because Malaysia’s seasoned Prime Minister, Mahatir Muhammad elected a number of millennials to take on certain ministerial positions, does not mean that it is the right path for Indonesia to copy and paste.

OUR COMPLEX DEVELOPMENT CHALLENGES (THE INDEX DOESN'T LIE!)

Index Tidak Berbohong! Data-data yang ditampilkan oleh berbagai index yang ada menjelaskan tentang kinerja bidang yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu, seperti Indeks Tendensi Bisnis Indonesia (Business Tendency Index) di bawah ini:

Indeks Tendensi Bisnis di Indonesia turun menjadi 102,1 pada kuartal pertama 2019 dari 104,71 pada periode sebelumnya. Ini adalah pembacaan terlemah sejak kuartal pertama 2016, karena penurunan harapan pendapatan (101.07 vs 106.25 di Q4) dan penggunaan kapasitas produksi (101.97 vs 105.49), sementara ada peningkatan jam kerja rata-rata (103.25 vs 102.40). Kepercayaan Bisnis di Indonesia rata-rata 106,76 Poin Indeks dari 2000 hingga 2019, mencapai titik tertinggi sepanjang waktu 122,50 Indeks Poin pada kuartal kedua 2000 dan rekor terendah 95,12 Indeks Poin pada kuartal pertama 2006.

Data INDEX PEMERINTAH menggambarkan tingkat penurunan APBN, Nilai Anggaran serta gambaran stagnansi di beberapa bidang seperti Pajak dan Jaminan Sosial. Walaupun demikian, kita bisa melihat adanya trend pertumbuhan atas beberapa bidang lainnya seperti Pendapatan Pemerintah dan Belanja Fiskal.

INDEX PERDAGANGAN Indonesia menggambarkan tingkat pelemahan pada rasio Transaksi Berjalan dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Hutang Luar Negeri kita mengalami peningkatan, Jumlah Wisatawan ke Indonesia mengalami Penurunan dan kondisi lainnya yang bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

Indeks Tendensi Bisnis di Indonesia turun menjadi 102,1 pada kuartal pertama 2019 dari 104,71 pada periode sebelumnya. Ini adalah pembacaan terlemah sejak kuartal pertama 2016, karena penurunan harapan pendapatan (101.07 vs 106.25 di Q4) dan penggunaan kapasitas produksi (101.97 vs 105.49), sementara ada peningkatan jam kerja rata-rata (103.25 vs 102.40). Kepercayaan Bisnis di Indonesia rata-rata 106,76 Poin Indeks dari 2000 hingga 2019, mencapai titik tertinggi sepanjang waktu 122,50 Indeks Poin pada kuartal kedua 2000 dan rekor terendah 95,12 Indeks Poin pada kuartal pertama 2006.

INDEX BURUH menggambarkan Penurunan Tingkat Pengangguran, Peningkatan Jumlah Pekerja serta ada sedikit peningkatan pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja.
Sayangnya, Terjadi Peningkatan yang cukup besar (untuk ukuran buruh) pada Biaya Hidup Keluarga dan Biaya Hidup Perorangan.

Berminat untuk membahas topik di atas lebih lanjut?
Silahkan hubungi kami di info@muskitta.com 

Silahkan share di sini

Share di sini: