Membangun Community-Driven Business yang Efektif dan Produktif

TRANSFORMING COMMUNITY-DRIVEN BUSINESS MODEL

Community-Driven Business Model bisa dikategorikan sebagai salah satu Trending Business Model yang lagi populer saat ini. Mulai dari sekedar mendengarkan suara/ pendapat pelanggan melalui kanal media sosial, sampai dengan tahap Co-Creation, dimana pelanggan dilibatkan dalam proses pembangunan/ peningkatan kualitas pelayanan, penetapan variasi produk sampai dengan penentuan kanal pemasaran dan penjualan. Semuanya masih di ranah kolaborasi berbasis konsumsi, yang ujung-ujungnya diharapkan dapat meningkatkan arus pendapatan perusahaan.

Sebagian besar perusahaan yang menjalankan Pola Bisnis yang Didorong oleh Komunitas (Community-Driven Business) belum benar-benar dapat meraup manfaat yang signifikan dan berkelanjutan karena pada umumnya proses dan tahap interaksi dengan para pelanggan dan calon pelanggan hanya berlangsung dalam kurun waktu yang dibatasi oleh jangka waktu Program atau Proyek. Setelah itu, hampir dapat dipastikan semuanya kembali ke titik awal. Kalaupun ada kemajuan, biasanya tingkat manfaat yang diperoleh dalam aspek tingkat pertumbuhan ekonomi perusahaan tidak signifikan dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan program tersebut. Kenapa bisa begitu?

 

Berikut Faktor Penting Penentu Keberhasilan (Critical Success Factors) dalam menerapkan Community-Driven Business Model:

BANGUN DAYA BELI

Berjejaring dengan pelanggan adalah hal yang positif, tetapi tanpa kepastian daya beli yang berkelanjutan, sangat sulit untuk kita bisa membangun proyeksi bisnis yang masuk akal dan dapat dicapai dengan tingkat deviasi yang rendah.

PILIH MITRA PENGGERAK YANG TEPAT

Bila anda atau organisasi anda tidak punya pengalaman dalam membangun dan menggerakan komunitas progresif/ produktif, lebih baik anda percayakan peran tersebut kepada organisasi/ lembaga yang berfokus pada bidang tersebut.

BANGUN IKATAN KERJASAMA YANG KOMPREHENSIF

Tuangkan harapan dan target yang anda ingin capai dalam dokumen Service Level Agreement dan Scope Of Work Document. Jangan anggap remeh kedua hal ini.

MICRO MANAGE

Tidak semua komunitas punya karakter bisnis yang kuat, tetapi satu hal yang pasti, mereka punya strong loyalty & bonding yang tidak dimiliki oleh rata-rata organisasi bisnis. Mereka juga rata-rata memiliki basis massa yang besar di wilayah di mana mereka beroperasi.
Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk terlibat langsung di lapangan (bersama dengan Mitra Penggerak) untuk membangun bonding yang berpotensi untuk dikapitalisasi lebih lanjut dalam inisiatif bisnis lain di masa datang sambil menikmati peningkatan kinerja bisnis yang dihasilkan oleh kerjasama dengan komunitas tersebut.

Memilih Komunitas Progresif/ Produktif yang tepat dan berskala ekonomis (tergantung dari produk/ jasa/ bisnis yang ditawarkan) merupakan faktor kunci keberhasilan utama. Satu komunitas aja tidak cukup, karena kita harus memenuhi dua aspek, yaitu Aspek Demand dan Aspek Supply.

Kita bisa membangun kerjasama dengan komunitas petani produsen kopi misalnya, tetapi tanpa adanya kerjasama dengan jaringan komunitas yang dapat mendistribusikan kopi tersebut bahkan turut mengkonsumsinya maka kita hanya akan menambah beban operasional kita tanpa ada kejelasan target market, apalagi target revenue streams. 
Oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi dan memiliki target komunitas yang akan dikerjasamakan, wilayah kerja mereka, komoditas yang mereka geluti serta kapasitas produksi, kapasitas distribusi, kapasitas pemasaran, penjualan bahkan konsumsi sehingga kita dapat membangun suatu perencanaan bisnis yang efektif serta dapat mencapai target kinerja usaha kita dengan tingkat deviasi yang sangat minim.

Fokus pada pembangunan 2 hal utama: Critical Mass (Pengerahan Sumber Daya untuk secara signifikan menyeimbangkan kekuatan) dan Agility (kemampuan dalam membangun dan memiliki Sumber Daya atau Kapabilitas yang dapat setiap saat dimobilisir untuk membangun inisiatif baru).

Kita dapat memberikan nilai tambah bagi komunitas sambil memperbesar kinerja bisnis kita. Inilah esensi dari Transformasi Community-Driven Business Model.

Berminat untuk membahas topik di atas lebih lanjut?
Silahkan hubungi kami di info@muskitta.com 

Silahkan share di sini

Share di sini: